Verbum Copulativum: Auxiliary Words

Sekarang kita memiliki kendala. Pada kenyataannya tidak semua kalimat menggunakan kata kerja. Contohnya dalam Bahasa Indonesia antara lain pada kalimat-kalimat ini. “Akulah orangnya.”, “Ayahku seorang guru.” dan “Hari ini aku berbahagia.”

Dalam bahasa Latin, akhiran pada kata kerja sudah menunjukkan siapa yang melakukan atau sudah diketahui siapa subjeknya dari akhiran kata kerja. Hal ini menjadi masalah ketika dalam kalimat itu tidak ada kata kerjanya. Sebab meskipun dalam bahasa Latin terdapat kasus Nominativus yang menyatakan sebagai subjek, namun tetap saja subjek itu harus dijelaskan apa yang dilakukan subjek itu. Sehingga ada keharusan dalam bahasa Latin yang perlu diingat.

Dalam bahasa Latin mutlak ada kata kerja yang nantinya menunjukkan subjeknya.

Maka, untuk menyelesaikan masalah ini diperlukan semacam auxiliary words seperti yang ada dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Latin, auxiliary words disebut sebagai verbum copulativum. Verbum copulativum memiliki sifat yang sama dengan kata kerja. Sebagai awalan, bentuk infinitivus untuk verbum copulativus adalah esse.

Invinitivus Esse
Aku Sum
Kamu Es
Dia Est
Kami Sumus
Kamu sekalian Estis
Mereka Sunt
Imperativus Singularis Esto
Imperativus Pluralis Estote

Semua kata-kata pada tasrif untuk kata Esse, dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai “adalah”. Namun perlu diingat bahwa dalam penterjemahan dilihat pula konteks kalimatnya. Sehingga kata “esse” belum tentu diterjemahkan sebagai “adalah”.

Seperti pada auxiliary words dalam bahasa Inggris, verbum copulativum memiliki fungsi menghubungkan antar kata dalam kalimat tunggal. Kata-kata yang dihubungkan dengan sebuah verbum copulativum harus dalam bentuk nominativus.

Baik, sekarang kita kembali ke atas. Pada bagian atas post ini terdapat beberapa kalimat, kira-kira dalam bahasa Latin bunyinya begini.

  • Ego sum. (Akulah orangnya.)
  • Pater meus magister est. (Ayahku seorang guru.)
  • Lætus sum, hodie. (Hari ini aku berbahagia.)

Terakhir, peletakan verbum copulativum ini dapat di mana saja. Namun, saya sarankan untuk meletakkannya di akhir kalimat. Bagi saya terdengar nyaman di telinga. Demikianlah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s