Header kalimat tanya

Kalimat Tanya dalam Bahasa Latin

Orang perlu bertanya untuk mendapatkan sesuatu. Pada umumnya, bertanya untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Seperti bahasa-bahasa yang lain, kita pun bisa bertanya dalam bahasa latin.

Dalam kalimat tanya, ada yang disebut sebagai pertanyaan dengan jawaban iya dan tidak (yes no question) dan pertanyaan dengan jawaban bukan iya dan tidak. Misalnya salah satu contoh kalimat dengan jawaban iya dan tidak: Apakah kamu belajar dengan guru itu? Ketika orang mendengar pertanyaan ini, pasti akan menjawab iya atau tidak. Contoh kalimat dengan jawaban bukan iya dan tidak: Mengapa kamu pergi ke sekolah? Jawaban dari kalimat tanya itu tidak sesederhana iya atau tidak, kan?

Bahasa Latin juga memiliki susunan kalimat tanya. Susunan kalimat tanya dalam bahasa Latin tidak sesederhana bahasa Inggris yang hanya mengubah urutan kata dalam kalimat. Sayangnya, meski kita mengacak kata-kata dalam suatu kalimat berbahasa Latin, kalimat itu memiliki arti yang sama. Misalnya ungkapan yang paling terkenal dari Santo Ignatius Loyola, “Ad maiorem Dei gloriam”. Ungkapan tersebut dapat kita balik menjadi “Ad maiorem gloriam Dei”. Keduanya baik “Ad maiorem Dei gloriam” maupun “Ad maiorem gloriam Dei” memiliki makna yang sama, yaitu demi kemuliaan Allah yang besar.

Cara yang paling sederhana untuk membentuk kalimat tanya adalah hanya dengan menambahkan tanda tanya. Sehingga kita bisa membacanya dengan nada bertanya. Bisa juga menambahkan akhirnan -ne, pada akhir kata pertama suatu kalimat.

A magister laudaris?
A magisterne laudaris?

Kedua kalimat itu memiliki arti yang sama, yaitu: “Apakah kamu dipuji oleh guru?”

Bentuk lain dari kalimat tanya yang ada adalah dengan menduga lawan bicara menjawab “iya”. Misalnya kalimat tanya dalam bahasa Indonesia seperti ini: “Bukankah kamu dipuji guru?” Atau kita menduga lawan bicara menjawab “tidak”; misalnya: “Kamu tidak dipuji guru, kan?” Untuk membuat kalimat seperti itu dalam bahasa Latin, maka awal kalimat perlu ditambahkan kata nonne atau num. Kita dapat mengawali kalimat dengan kata nonne apabila kita menduga jawaban lawan bicara kita “iya” (sifatnya menguatkan). Kalimat diawali dengan kata num apabila kita menduga jawaban lawan bicara kita “tidak” (sifatnya melemahkan).

Pertanyaan Dugaan Jawaban
Nonne a magister laudaris? laudaris
Num a magister laudaris? non laudaris

Dalam bahasa Latin, tidak ada jawaban sederhana sesederhana kata “ya” dan “tidak” untuk yes-no question.

Kadang kala muncul pertanyaan untuk menanyakan keberadaan orang. Misalnya kamu ingin mengetahui apakah temanmu atau lawan bicaramu melihat orang atau benda lain yang kamu maksud. Kamu ingin mencari orang yang bernama Angela dan Yustika, maka kamu akan bertanya, “Apakah kamu melihat Angela atau Yustika?” Sebenarnya kalimat tanya “Apakah kamu melihat Angela atau Yustika?” merupakan kalimat majemuk. Kalimat itu dapat dibagi menjadi dua kalimat tanya yang setara yaitu, “Apakah kamu melihat Angela?” dan “Apakah kamu melihat Yustika?”

Pertanyaan Dalam Bahasa Indonesia Pertanyaan Dalam Bahasa Latin
Apakah kamu melihat Angela? Angelamne vides?
Apakah kamu melihat Yustika? Yustikamne vides?

Untuk menggabungkan kedua kalimat tersebut, maka kata hubung yang digunakan adalah an atau anne. Sehingga menjadi “Angelam an Yustikam vides?” atau “Angelam anne Yustikam vides?” Kita juga bisa menukar kata Angelam dan Yustikam, maka bisa juga menjadi “Yustikam an Angelam vides?” atau “Yustikam anne Angelam vides?” Kita juga bisa memperlakukannya seperti kalimat tanya biasa, maka kita bisa menambahkan akhiran -ne. Ada satu kata khusus untuk mengawali kalimat tanya majemuk ini, yaitu utrum. apabila kita sudah menggunakan kata utrum, maka kita tidak perlu menambahkan akhiran -ne pada kalimat tanya. Dengan demikian, kita mendapat beberapa kalimat hasil gabungan dan beberapa kemungkinan jawaban yang mungkin.

Pertanyaan Jawaban yang mungkin
Angelam an Yustikam vides? Angelam video.
Angelamne an Yustikam vides? Yustikam video.
Utrum Angelam an Yustikam vides? Angelam et Yustikam video.

Ada juga pertanyaan yang terucap seperti ini, “Kamu lihat Angela atau tidak?” Kita dapat menggunakan partikel annon.

Pertanyaan Jawaban yang mungkin
Angelamne vides annon? video
non video

Sejak tadi kita membahas pertanyaan dengan jawaban iya dan tidak saja. Sekarang kita akan membahas kalimat tanya yang jawabannya tidak sesederhana iya dan tidak. Pada umumnya, kalimat tanya dengan jawaban bukan iya dan tidak, memiliki kata tanya di dalamnya. Kata tanya itu antara lain:

  • Cur (mengapa)
  • Quando (kapan)
  • Quomodo (bagaimana)
  • Ubi (di mana)

Penggunaan kata ini sama dengan penggunaan kata tanya dalam bahasa Indonesia. Kita tidak perlu menambahkan akhiran -ne pada kata tanya itu.

Pertanyaan Dalam Bahasa Indonesia Pertanyaan Dalam Bahasa Latin
Mengapa kamu dipuji guru? Cur a magister laudaris?
Kapan kamu dipuji guru? Quando a magister laudaris?
Bagaimana kamu dipuji guru? Quomodo a magister laudaris?
Di mana kamu dipuji guru? Ubi a magister laudaris?

Yah.., demikianlah untuk hari ini. Sekiranya dapat berguna, ya. Vale!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s