Arsip Tag: Kasus Bahasa Latin

Declinatio Tértio-Pars Tértia

Sekarang, sampailah kepada bagian terakhir dari declinatio tértio. Marilah kita ingat kembali dua bagian dari declinatio tértio yang sudah lalu. Untuk declinatio tértio-pars prima, bentuk nominativus-nya tidak berakhiran -al, -ar, -e; di depan akhiran -is pada bentuk genetivus ada satu konsonan; bentuk ablativus singularis-nya berakhiran -e dan genetivus pluralis berakhiran -um.

Untuk declinatio tértio-pars sécunda, memiliki ciri-ciri berikut ini. Pertama, bentuk nominativus-nya tidak berakhiran -al, -ar, -e; di depan akhiran -is pada bentuk genetivus ada lebih dari satu konsonan; bentuk ablativus singularis-nya berakhiran -e dan genetivus pluralis berakhiran -ium.

Setelah kita tengok tentang kedua sifat kelompok declinatio tertio ini, muncul pertanyaan dan pernyataan. Pertama pernyataan, bentuk genetivus singularis untuk kedua kelompok diakhiri dengan akhiran -is, bentuk ablativus singularis sama-sama berakhiran -e. Kedua pertanyaannya, bagaimana untuk kata-kata benda dan sifat yang berakhiran -al, -ar, dan -e? Jawabannya ada dalam post ini.
Lanjutkan membaca Declinatio Tértio-Pars Tértia

Declinatio Tértio-Pars Prima

Declinatio tertio atau declinatio ketiga, termasuk declinatio yang istimewa. Keistimewaannya adalah jumlah kata yang termasuk dalam declinatio ini. Jumlahnya sangat banyak. Sehingga membuatnya dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Pengelompokannya berdasarkan perbedaan kasus dan numerusnya. Namun secara umum, declinatio tertio ini pada bentuk genetivus-nya diakhiri dengan akhiran -is. Pada post kali ini kita membahas kelompok pertama dalam declinatio ketiga.

Lanjutkan membaca Declinatio Tértio-Pars Prima

Lanjutan Declinatio Kedua

Sedikit ada yang terlewat dari post tentang declinatio kedua, yaitu adanya kata dengan akhiran lain untuk kasus nominativus-nya. Sesuai yang sudah kita ketahui bahwa declinatio kedua memiliki akhiran -us dan -um untuk nominativus dan yang terpenting adalah akhiran -i untuk kasus genetivus-nya. Untuk kali ini, sama yakni kasus genetivus-nya berakhiran -i (ini perlu dipegang teguh), namun untuk kasus nominativus-nya berakhiran -er.
Lanjutkan membaca Lanjutan Declinatio Kedua

Kasus-Kasus dalam Bahasa Latin

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa bahasa Latin merupakan bahasa akhiran, maka dengan bergantinya akhiran maka berganti pula posisi dari suatu kata. Posisi disini maksudnya adalah kata sebagai subjek, objek, predikat atau yang menerangkan subjek, objek atau menjadi kata keterangan. Jadi, akhiran dalam bahasa Latin menjadi sangat penting dalam penyusunan kalimat. Akhiran-akhiran itu sudah secara tidak langsung diperkenalkan dalam post yang sebelumnya.

Akhiran-akhiran itu tidak ngawur dalam penentuannya. Akhiran-akhiran itu diatur. Dalam peraturannya disebut kasus. Jadi, jangan kaget ketika mengengok judulnya kasus. Jangan berpikiran pula bahwa judulnya sudah kasus, terus isinya pasti masalah. Ya…, itu hal yang wajib. Sebab hidup tanpa masalah itu tidak hidup.
Lanjutkan membaca Kasus-Kasus dalam Bahasa Latin